You are here: Home Press Release Aliansi Buruh Menggugat Mayday 2008

Aliansi Buruh Menggugat Mayday 2008

E-mail Print PDF
SIARAN PERS AKSI 1 MEI KEPUNG ISTANA
BERSATU : LAWAN PENJAJAHAN MODAL DAN KEKUATAN POLITIK PENDUKUNGNYA
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

PENJAJAHAN KAUM MODAL MENYENGSARAKAN KAUM BURUH & RAKYAT MISKIN

Semenjak Orde Baru Berkuasa, Indonesia kembali mundur ke tahun-tahun pra kemerdekaan, dimana seluruh kekayaan alam dan sumber daya manusianya di eksploitasi, di jarah demi kepentingan akumulasi Modal, terutama Modal Internasional.
Dengan memanfaatkan watak pengecut dari seluruh kekuatan Politik Elit Indonesia, Modal Internasional berhasil memasukan agenda-agenda jahat mereka, yang semenjak jaman kolonial tidak berubah secara prinsip, hanya metodenya saja yang berubah.
Agenda jahat mereka yang pertama adalah mengusai kekayaan alam kita dan industri vital yang mengutungkan bagi mereka, antara lain pertambangan, kehutanan, kelautan, perbankan, telekomunikasi, farmasi, transportasi dan lain sebagainya, baik dengan cara menanam modal langsung, bekerja sama dengan modal lokal maupun dengan cara membeli perusahaan-perusahaan negara yang diobral semaunya oleh kekuatan Politik Elit Indonesia.

Karena tujuannya adalah menambah keuntungan mereka, maka mereka tidak perduli terhadap kepentingan pembangunan Industri Nasional yang bisa meningkatkan kesejahteraan Kaum Buruh dan Rakyat Miskin Indonesia. Mereka tidak perduli Industri Nasional kita akan kekurangan energi dan kemudian bangkrut, karena minyak dan gas di bawa semuanya ke luar. Mereka juga tidak perduli apakah Kaum Buruh dan Rakyat Miskin tidak bisa berobat karena seluruh Industri Farmasi sudah diabdikan untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya, sama juga tidak perdulinya mereka ketika hutan-hutan telah mereka babat habis, hanya untuk mengejar keuntungan.
Agenda jahat mereka yang kedua, adalah mendapatkan tenaga kerja yang murah dan mudah di atur, sebab untuk mengerakan mesin-mesin produksi dan roda-roda distrubusi, secanggih apapun teknologinya, mereka tetap buruh operator yakni kaum buruh. Sehingga untuk memastikan agar keuntungannya tidak berkurang, mereka membutuhkan buruh yang bisa dibayar murah, semurah-murah, bahkan jika bisa tanpa dibayar sepeserpun (bukankah konsep magang, adalah konsep kerja tanpa dibayar). Itulah yang terjadi saat ini, seluruh Kekuatan Politik Elit Indonesia, dengan keras mempertahankan politik upah murah.
Dan politik upah murah, ternyata belum cukup, upah murah itu masih mahal bagi mereka. Oleh karena itu, mereka membuat model baru, yang mereka sebut sebagai pasar tenaga kerja yang lentur, yang kita kenal dengan istilah buruh kontrak dan outsourcing, dimana semua hak-hak kesejahteraan yang paling minimal dari Kaum Buruh Indonesia di rampas, dijadikan tambahan keuntungan bagi mereka.
Agenda jahat mereka yang ketiga adalah seluas-kuasnya menjadikan Indonesia sebagai pasar bagi barang dan jasa produk mereka, sehingga seluruh aturan yang menghambat penjualan barang dan jasa mereka harus di hapuskan. Itulah sebabnya, sekarang ini kita dengan mudah melihat banyak sekali barang-barang buatan Internasional disekitar kita-sekalipun kita sendiri bisa membuatnya-Kita juga melihat Mall-Mall menggusur pasar-pasar tradisional, maupun Supermaket jaringan Internasional  masuk sampai ke kampung-kampung, yang mematikan kios-kios milik kita, milik Rakyat Miskin.
Itulah yang disebut sebagai Neoliberalisme (Penjajahan Modal dengan cara baru), dengan program penjajahannya seperti : Privatisasi, Pencabutan Subsidi, Liberalisasi Perdagangan dan penciptaan iklim yang kondusif bagi modal (upah murah, sistem kontrak dan outsourcing serta kriminalisasi kasus perburuhan)
Akibatnya, Kaum Buruh dan Rakyat Miskin Indonesia makin sengsara, makin sengsara dan makin sengsara.
KEKUATAN POLITIK DAN PENGUASA MENGHAMBA PADA KAUM MODAL, BUKAN PADA KAUM BURUH DAN RAKYAT MISKIN
Jika dulu, para Penjajah itu mengusai Indonesia dengan memanfaatkan Raja-Raja maupun Bangsawan yang pengecut, haus akan kekuasaan dan mata duitan, maka sekarang mereka memanfaatkan Klas Elit Indonesia yang karakternya sama seperti Raja-Raja jaman dulu. pengecut, haus kekuasaan dan mata duitan.
Golkar dan Tentara yang merupakan kekuatan utama pendukung Orde Baru, jelaslah merupakan kekuatan politik pengecut, haus kekuasan dan mata duitan dan bahkan Golkar dan Tentaralah yang paling bertanggung jawab terhadap keadaan hari ini – karena merekalah yang membuka kembali pintu bagi Modal Internasional-Sekalipun dalam masa reformasi, Golkar dan Tentara telah berhasil dipukul mundur oleh kekuatan gerakan demokratik, namun saat ini, berkat dukungan dari kaum Reformis Gadungan, Golkar dan Tentara telah berhasil mengkonsolidasikan dirinya lagi, bahkan menjadi Presiden dan Wakil Presiden serta memenangkan kursi terbanyak di DPR.
Demikian juga dengan kekuatan politik Reformis Gadungan (PDIP, DEMOKRAT, PKB, PAN, PKS, PPP, PBR, PBSD) dan semua partai politik borjuis lainnya juga berwatak sama dengan Golkar dan Tentara, sama-sama pendukung Modal Internasional, sama-sama menindas kaum buruh.
Pada praktek lapangannnya nyatalah bahwa Pemodal internasional maupun pemodal Indonesia memiliki watak yang sama.  
Oleh karena itu, tidak pernah akan ada perubahan yang sejati bagi Kaum Buruh dan Rakyat Miskin Indonesia, selama Kekuasaan Politik Elit, masih mengabdi pada Modal.
KEBANGKITAN KAUM BURUH DAN RAKYAT MISKIN INDONESIA
Namun harapan perubahan, bukan berarti mati atau melenyap, justru sekarang harapan perubahan itu makin besar, bukan dari janji dan penghianatan politik elit, namun dari perjuangan dan gagasan dari klas pekerja dan rakyat miskin Indonesia. Perlawanan yang terjadi tiap hari di setiap sudut Indonesia, adalah lahan subur tempat tumbuhnya harapan bagi perubahan sejati, karena keyakinan dan kesadaran kaum buruh dan rakyat miskin Indonesia, bahwa kekuasaan politik elit/borjuis SUDAH GAGAL dan harus DIGANTIKAN, diganti dengan kekuasaan Klas Pekerja Indonesia, bahwa sistem kapitalis sudah gagal dan harus diganti dengan sistem kerakyatan yang berasal dari Klas Pekerja dan Rakyat Miskin Indonesia.
Sejarah telah membuktikan, dari jaman penjajahan kolonial, jaman revolusi kemerdekaan, jaman melawan imperialisme setelah kemerdekaan (saat itu di kenal dengan jaman melawan NEKOLIM), jaman Orde Baru hingga sekarang, Kaum Buruh dan Rakyat Miskin Indonesia, adalah kekuatan politik yang paling konsisten dalam melakukan perlawanan, bukan saja karena kekuatannya yang sangat besar, melainkan karena kepentingannya yang secara langsung berhadapan dengan kepentingan Modal dan Antek-Anteknya.
Dan saat ini, di mana-mana Kaum Buruh dan Rakyat Miskin Indonesia sedang bangkit, dengan gelora perlawanan yang tinggi. Cermati bagaimana revisi UU 13/2003 bisa di hentikan dengan penyatuan mobilisasi massa kaum buruh, di seluruh Indonesia, bahkan pimpinan-pimpinan serikat buruh kuningpun tak mampu menahan gelombang radikalisasi kaum buruh. Bagaimana supir-supir angkutan mogok dan bergerak, memacetkan jalan-jalan ibu kota, dengan jumlah angkutan yang mencapai ribuan. Lihat juga bagaimana buruh-buruh BUMN juga sudah bergerak, dengan mobilisasi-mobilisasi menolak privatisasi yang dilakukan oleh Kekuatan Politik Elit Antek Modal.
Perhatikan juga, bagaimana guru-guru yang di upah murah, berstatus honorer melakukan perlawanannya, dengan aksi-aksi massa, dengan mobilisasi, bukan dengan bersantun-santun ala Kekuatan Politik Elit yang munafik. Bukan hanya guru-guru yang bergerak melawan, murid-muridnyapun ikut juga melawan, melakukan mobilisasi-mobilisasi saat Pemerintah Elit Antek Modal membuat kebijakan yang merugikan mereka.
Dan perlawanan-perlawanan itu, makin meningkat kualitasnya dalam wujud persatuan-persatuan (di mana ABM adalah salah satunya), meningkat jumlah mobilisasinya, meningkat tuntutannya, meningkat metode perjuangannya, yang semuanya itu sedang mencari muara perubahan sejati.
MAY DAY SEBAGAI MOMENTUM PENYATUAN MOBILISASI PERLAWANAN
Oleh karena itu, hari ini, bertepatan dengan Hari Buruh Internasional, Aliansi Buruh Menggugat bersama dengan berbagai kekekuatan buruh dan kekuatan perlawanan lainnya, mengadakan aksi mobilisasi dari yang merupakan penyatuan mobilisasi aksi dari berbagai kota di JABODETABEK, dengan sasaran Istana Negara. Demikian juga Jaringan ABM di kota-kota lainnya, seperti Medan, Lampung, Karawang, Indramayu,  Bandung, Semarang, Solo, Yogya, Surabaya, Gresik, Malang, Samarinda, Balikpapan, Makasar, Palu, Kendari dan Manado dengan sasaran yang sama, yaitu pusat-pusat kekuasaan Politik Elit.
Penyatuan mobilisasi perlawanan Kaum Buruh dan Rakyat Miskin Indonesia ini, menunjukan bahwa May Day bukan sekedar perayaan, melainkan momentum perlawanan, dan bukan hanya sekedar perlawanan, tetapi perlawanan yang terorganisir, yang berjejaring secara nasional, yang mempunyai cita-cita yang sama, cita-cita pembebasan Kaum Buruh dan Rakyat Miskin Indonesia dari Penjajahan Modal dan seluruh Kekuatan Politik Elit yang menjadi anteknya.
Memang ada juga sebagian kekuatan buruh yang di organisir oleh SPN, SPMI, SPSI LEM akan mengadakan perayaan  1 MEI di Gelora Bung Karno (May Day Fiesta), dengan menghadirkan Pimpinan-Pimpinan Utama Elit-Elit Borjuis  seperti SBY, Agung Laksono, Hidayat Nurwahid, dan juga tokok-tokoh busuk lainnya, yang sudah terbukti pengecut di hadapan Modal dan gagal mensejahterakan Kaum Buruh. Bahkan untuk menarik perhatian Kaum Buruh, May Day Fiesta juga menghadirkan Group Band Terkenal, serta menyelanggarakan basar.
Dalam hal ini, Aliansi Buruh Menggugat, mengecam dengan keras perayaan May Day Fiesta tersebut, karena pimpinan-pimpinan SPN, SPMI, SPSI LEM dengan sadar membiarkan agenda perlawanan Kaum Buruh, terkooptasi oleh Penindasnya. Membiarkan massa buruh terilusi oleh penindasnya, seolah-olah para penindasnya sudah berubah menjadi pejuang Klas Buruh dan Rakyat Miskin Indonesia.
JALAN KELUAR MELAWAN PENJAJAHAN KAUM MODAL
1 MEI 2008 ini,  ABM bersama dengan serikat-serikat buruh lainnya dan kekuatan perlawanan demokratik, mengusung tema besar, yaitu PERLAWANAN TERHADAP PENJAJAHAN MODAL, yaitu perlawanan terhadap sistem kapitalis dan semua kekuatan politik pendukungnya (seluruh Kekuatan Politik Elit yang saat ini berkuasa, maupun yang sedang mengendap-endap untuk berkuasa), dan sekaligus menyampaikan, bahwa KEKUATAN KLAS PEKERJA dan RAKYAT MISKIN INDONESIA SEDANG MEMBANGUN KEKUATAN BERSAMA UNTUK  MEREBUT KEKUASAAN.
Sedangkan yang menjadi Tuntutan Mendesak, yaitu tuntutan yang berangkat dari persoalan mayoritas Kaum Buruh dan Rakyat Miskin Indonesia adalah :
1.    Hapuskan Sistem Kerja Kontrak dan Outsoucing
2.    Tolak Privatisasi BUMN (baik yang sudah diprivatisasi maupun yang dalam perencanaan)
3.    Turunkan Harga Kebutuhan Pokok Rakyat Indonesia
4.    Naikkan Upah dan Berlakukan Upah Layak Nasional
5.    Pendidikan dan Kesehatan Gratis

Selain itu, ABM juga menawarkan solusi (yang tidak mungkin dijalankan dalam sistem kapitalis), sebagai jalan keluar untuk mengatasi krisis, meningkatkan kesejahteraan :

1.    Bangun Industri Nasional yang kuat dan Mandiri di bawah Kontrol Kaum Buruh dan Rakyat Miskin Indonesia
2.    Hapus Hutang Luar Negeri, sebagai Sumber Pembiayaan Membangun Industri Nasional yang tangguh dan Mandiri di bawah Kontrol Kaum Buruh dan Rakyat Miskin Indonesia
3.    Nasionalisasi Industri Pertambangan (yang saat ini dikuasi oleh Modal Swasta, baik Luar Negeri maupun Modal Swasta Dalam Negeri) dan Nasionalisasi Industri Vital lainnya, di bawah kontrol Kaum Buruh dan Rakyat Miskin Indonesia, sebagai Sumber Pembiayaan Membangun Industri Nasional. Sekaligus melakukan penataan ulang terhadap Pembangunan Industri Nasional
4.    Adili dan Sita Harta Koruptor di bawah kontrol Kaum Buruh dan Rakyat Miskin Indonesia, sebagai sumber pembiayaan untuk membangun Industri Nasional.

Untuk melakukan empat program di atas, tidak ada cara lain, Kaum Buruh dan Rakyat Miskin Indonesia harus menyatukan diri, untuk bersama-sama bergerak merebut kekuasaan dari tangan Kekuatan Politik Elit yang pengecut dihadapan Modal dan telah gagal mensejahterakan Kaum Buruh dan Rakyat Miskin Indonesia.

Perebutan kekuasaan ini hanya mungkin, jika Kaum Buruh dan Rakyat Miskin punya Organisasi yang kuat, yang progressif, yang militan. Yang menyandarkan diri sepenuhnya pada kekuatan sendiri. Kita sudah melihat dan merasakan dampak dari kegagalan Tiga Konferderasi Serikat Buruh yang saat ini di Indonesia, yang tidak sanggup memperjuangkan kepentingan Kaum Buruh dan Rakyat Miskin Indonesia. Bahkan pimpinan-pimpinan dari Tiga Konfederasi Buruh ini, tidak berbeda dengan Elit-Elit Politik yang pengecut itu, selalu mencari kompromi yang merugikan Kaum Buruh, mereka lebih suka berkompromi saat pembahasan soal upah di dewan pengupahan, mereka lebih suka kompromi saat membicarakan UU di Lembaga Tripartit, hasilnya adalah UU 13/2003 dan lain sebagainya- Itulah sebabnya kenapa kita menyebut mereka sebagai Konfederasi Gadungan. Itulah sebabnya, kenapa kita harus membangun Konfederasi Baru, yang berbeda semangat juangnya, yang lebih jelas cita-cita perjuangannya, yang berbeda metode perjuangannya. Dengan membangun Konfederasi Baru Yang Progressif dan Militan dan Persatuan dan Perjuangannya, sebenarnya kita sedang melatih diri kita untuk  membangun kekuatan politik sendiri, kekuatan Politik Klas Buruh yang siap untuk berkuasa.

TINGGALKAN KONFEDERASI GADUNGAN,  
BANGUN KONFEDERASI PROGRESSIF DAN MILITAN!
BURUH BERKUASA, RAKYAT SEJAHTERA!


Jakarta, 1 MEI 2008
ALIANSI BURUH MENGGUGAT
 

Berita Foto

Left direction
Ratusan Buruh Pabrik Jean Tuntut THR
Treatrikal Buruh
BURUH ANTI NEOLIB
Demo Buruh Di Malang
Right direction